Catatan kecil dari Perbatasan Namibia Botswana Backpacker Indonesia
Afrika

Catatan kecil dari Perbatasan Namibia Botswana

You need visa

Begitu denger officernya bilang saya perlu visa rasanya luluh lantak, oh noo.. not again, jantung saya mulai berdetak tak beraturan, kenapa masalah visa ini terus kembali ke saya, dari mulai Malawi kemudian Zambia dan sekarang Namibia.

Catatan kecil dari Perbatasan Namibia Botswana Backpacker Indonesia

Perjalan dimulai

Saya memulai perjalanan dari Tanzania 3 bulan yang lalu dengan tujuan akhir Namibia, Namibia adalah leg terakhir dari perjalanan ini, pagi hari tadi saya sangat bersemangat karena ini akan menjadi border crossing saya yang terakhir di perjalanan kali ini, memulai perjalanan ke border kalahari dari jam 5 pagi, hampir 7 jam dan hampir 500km dengan publik transport dari Maun Botswana ke border Namibia, diminta visa betul2 mimpi buruk yang kembali harus saya lakoni, mencoba untuk tenang saya jelaskan kalau ordinary pasport udah free visa ke Namibia, since last year saya coba menjelaskan, officernya menatap saya, dia bertanya saya dengan siapa, saya start dari mana dan naik apa, saya jelaskan saya sendiri dari Maun dan naik publik transport sama hickhike, saya melihat rasa iba dari tatapan mata officer itu, mungkin dia berpikir, saya, cewek sendirian traveling di Afrika and i believe saya mungkin satu dari hanya beberapa Indonesian yang pernah dia liat, dia berkata “i will help you, don’t worry.” Officernya beberapa kali ngecek sana sini telp kesana kesini dan berakhir dengan statement sama, dengan saya perlu visa, silahkan kembali ke Botswana buat mengajukan visa Namibia. Oh noo… no please no.. bisik saya sambil menggelangkan kepala.. beberapa orang udah melirik saya penasaran.

Advertisements

Saya menutup mata tidak tahu harus bagaimana, mulai putus saya meminta officer di depan saya itu buat menelp embassy Indonesia di Windhoek, dia setuju, sialnya paket Internet saya habis dan saya tidak punya no telp KBRI Windhoek, saya lari keluar, terbata2 karena emosi yang mulai merangsak keluar, saya meminta tolong sama staff custom di luar supaya meminjamkan internetnya, dia langsung memberikan hp-nya dan menyuruh saya berjalan lebih ke depan “better wifi signal” kata dia.. saya mencari no telp KBRI Windhoek sambil berpikir, Namibia itu mimpi teratas di petualangan liar saya di Afrika, terlebih tiket pulang saya ke Indonesia itu dari Namibia dan yang utama saya sudah cape, 3 bulan solo di Afrika dan 15 hari menuju pulang, sungguh drama visa seperti ini ada di list teratas dari mimpi buruk saya.

Singkat cerita saya dapat no telp kedutaan Windhoek dan kembali ke dalam, memberikan nomor itu ke pertugas, dan officernya berbicara dengan staff embassy, saya menunggu dengan was was, saya mendengarkan percakapan mereka sambil berdoa yang terbaik, setelah mereka mendapat konfirmasi dan dokumen nota kesepakatan free visa, alhamdulilah.. perjuangan hampir 2 jam di border buitepos Kalahari akhirnya berhasil, saya diijinkan masuk, karena emang Indonesia udah free visa dan sistem mereka masih belum update, officer mulai menulis izin di pasport saya sambil meminta maaf, saya sendiri menjawab betapa saya berterimakasih karena mereka mau membantu saya. Sambil ngasi stempel di pasport saya officernya bilang “because you have heart of a bravery, i have good news for you, your country is in visa exemption list, here’s your permit and Enjoy Namibia” hiks.. makin terharu saya, begitu di luar saya tereak, Namibia.. i am coming!!!

Dan saya sungguh lega saya tidak menyerah di perbatasan karena Namibia adalah negara yang luar biasa.

Baca Juga : https://id.wikipedia.org/wiki/Namibia

Cerita Manis : Rani Aulia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *