Asia Tengah
Asia

Solo traveling di Asia Tengah? Bisa banget

Mengisi libur musim panas Agustus lalu, saya memutuskan untuk pergi sendirian ke Tajikistan dan Uzbekistan selama 3 mingguan. Di thread ini saya cerita tentang Tajikistan dulu yak, cerita tentang Uzbekistan menyusul.

Perjalanan Asia Tengah

“Tajikistan?? Itu dimana? Emang ada apa di sana? Kenapa mau kesana?” adalah segelintir pertanyaan umum yang dilontarkan orang saat tau gw mau ke Tajikistan. Memang Tajikistan adl salah satu negara paling jarang dikunjungi di Asia tengah, dan Asia Tengah sendiri juga termasuk wilayah yang jarang dikunjungi orang, lengkap sudah.

Advertisements

Secara umum saya tertarik Asia tengah karena cerita dan sejarah tentang jalur sutera yang berisi kota-kota tua nan masyhur di era-nya. Saya sangat terkesan dengan buku the silk roads Peter Frankopan, sangat terinspirasi cerita perjalanan asia tengah Agustinus Wibowo dlm bukunya ‘garis batas’, dan buku-buku volunteer kemanusian yang ditempatkan di asia tengah.Lalu kenapa Tajikistan? Alamnya menakjubkan! lebih dari 90% wilayah negaranya adalah gunung-gunung, boleh dibilang Tajikistan itu ‘Swissnya asia tengah’. Saya sbg pejalan lbh suka alam dibanding perkotaan. Jadilah tajikistan negara yang pas buat hiking, trekking, camping. Selain itu masyarakat di asia tengah itu dikenal sbg org yg ramah thdp tamu dan tidak segan menawarkan bantuan kepada para pejalan.

Okeh langsung cerita ke perjalanannya. VISA TAJIKISTAN.

Saya mengurus visa tajikistan secara online di laman resmi mereka evisa.tj, prosesnya sangat mudah, semudah belanja online. ngisi data diri, upload foto paspor, bayar 50 usd (bisa pake debit) selesai. visa yang sudah disetujui akan dikirim ke email kita. saya mendapat visa tajikistan < 10 hari setelah proses pembayaran, visa elektronik ini saya print dan tunjukan saat di imigrasi. masa berlaku visa 45 hari single entry.Saya masuk tajikistan lewat darat dari Samarkand, Uzbekistan ke Panjakent, Tajikistan. Proses imigrasi lancar dan boleh dibilang sangat longgar, tidak seperti imigrasi di airport.Tempat yang saya kunjungi di Tajikistan; Panjakent, Fann mountains, Dushanbe, dan Khujand. Mayoritas traveler yg main ke Tajikistan bakal melakukan Pamir Highway trip, tapi berhubung keterbatasan waktu dan perlu perencanaan matang utk solo travel ke pamir saya tidak melakukan itu. Jangan khawatir, kalian tetap bisa menikmati keindahan gunung-gunung Tajikistan di Fann mountains.

PANJAKENT

Kota tua di sisi barat Tajikistan, berbatasan langsung dengan Uzbekistan. Perbedaan yang sangat mencolok saya rasakan ketika tiba di Panjakent dari Samarkand, landscape seketika berubah menjadi gunung-gunung kering sepanjang mata memandang. Terdapat historical sites yg berusia ribuan tahun di kota ini. ada bazaar (pasar) dan masjid yang jadi pusat aktivitas warga. Panjakent ini jadi titik awal atau akhir bagi pejalan yang melakukan hiking di Fann mountains. Mobil yang mengangkut warga atau pejalan utk mencapai titik awal pendakian juga berangkat dari bazar di Panjakent.

FANN MOUNTAINS

Ini adalah highlight dari perjalanan saya di Tajikistan. Fann mountain ini deretan pegunungan yang isinya danau-danau bening hasil lelehan puncak gunung salju. Ada buanyaaaak opsi tempat yang bisa dikunjungi, dari mulai 1 hari sampe perjalanan 2 minggu. Saya sendiri memutuskan utk trekking dan camping di Kulikalon lake dan Dushaka lake. Rutenya dari panjakent naik angkutan ke Artuch, dari artuch mulai trekking ke kulikalon dan sekitarnya. Artuch ke kulikalon saya tempuh dalam 3 jam perjalanan, walaupun seorang diri namun rute trekking cukup jelas krn mengikuti alur sungai, tingkat kesulitan cukup melelahkan (lebih berat dikit dari gn. semeru). Sampai kulikalon sore hari saya mendirikan tenda, rupanya saya seorang diri di sana (bertemu hikers lain namun mereka camping di danau lain). Pengalaman baru, camping di danau yg lbh besar dari Ranu kumbolo seorang diri (kalo di Indonesia saya mana berani camping di hutan seorang diri). Keesokan harinya pindah dari Kulikalon ke Dushaka lake, melewati dan singgah sebentar di beberapa danau lainnya. Diantara banyak danau yang saya temui di Fann mountain, Dushaka jadi favorit saya. Lokasinya tepat di kaki gunung salju, ada sungai kecil nan jernih di tempat camping, dan tentu danaunya yang berwarna biru transparan sangat menakjubkan! Air di pegunungan ini suegeeeer banget, secara air lelehan salju. Bawa perbekalan makanan yang cukup, tenda dan sleeping bag yang hangat. Fann mountains ini masih sangat sepi, selama perjalanan saya bertemu rombongan yg jumlahnya bisa dihitung jari, jadi kalo kalian jalan seorang diri pertimbangkan resiko dan persiapkan bekal dgn matang. NB. Keramahtamahan warga sini thdp traveler sdh sangat masyhur, saya sendiri banyak diundang warga utk mampir sekedar minum teh di rumah mereka,

Pages: 1 2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *