Kapal Berusia 2000 Tahun Ditemukan di Kedah, Hebatnya Bangsa Melayu Backpacker Indonesia
Asia

Kapal Berusia 2000 Tahun Ditemukan di Kedah, Hebatnya Bangsa Melayu

Catatan Editor : Berbagi ini ditulis oleh Srikandi, seorang peneliti sejarah, khusus untuk publikasi di Vocket. Atas permintaan Ibu Srikandi, menerbitkan artikel ini di situs web atau blog lain harus diberi izin terlebih dahulu.

Semoga pengungkapan ini akan membuka mata pihak terkait untuk mengambil langkah yang tepat. Bagi penggemar sejarah, Anda bisa ikuti kemitraan terbaru Cik Srikandi tentang sejarah Melayu khususnya dan sejarah dunia umumnya di Facebook Page Srikandi.

Advertisements

Kapal Berusia 2000 Tahun Dengan Bukti Industri Besi Kuno.

Para arkeolog di Situs Arkeologi Sungai Batu, baru-baru ini dikenal sebagai situs peradaban manusia tertua di Asia Tenggara, telah menemukan beberapa peninggalan kuno dari sungai kuno yang mengalir ke dalam “Kedah Tua” bersejarah ribuan tahun yang lalu, di mana sungai dibanjiri dan menjadi daerah rawa hari ini.

Mengutip dari Bernama, Direktur USM dari Pusat Penelitian Arkeologi Global Prof Datuk Dr Mokhtar Saidin juga mengkonfirmasi penemuan struktur yang diyakini sebagai sisa-sisa kapal kuno.

“Kami menemukan struktur yang diyakini kapal kuno lakukan selama analisis Geofisika (di situs arkeologi Sungai Batu). Namun, kita perlu melakukan lebih banyak analisis dan penelitian sebelum kita dapat mencapai hasil akhir, ”katanya.

Kapal Berusia 2000 Tahun Ditemukan di Kedah, Hebatnya Bangsa Melayu Backpacker Indonesia

Sebelum The Age of Sail yang dibangga-banggakan Barat sehingga muncul dalam film-film termasuk seri The Pirates of Caribbean, 1000 tahun sebelum itu orang-orang Melayu Sriwijaya telah memahat ukiran kapal-kapal perdagangan mereka di Borobudur yang mengagumkan itu.

1000 tahun sebelum orang Eropa memahami penggunaan kapal untuk perdagangan dan peperangan. Bayangkan Tapi kapal Kedah tua ini ratusan tahun lebih tua dari ukiran di dinding Borobudur!

Kapal Berusia 2000 Tahun Ditemukan di Kedah, Hebatnya Bangsa Melayu Backpacker Indonesia

Bayangkan, kapal-kapal ini berusia lebih dari 2000 tahun, lebih tua dari kapal Vasa dan Mary Rose yang digali di Swedia dan Inggris dan siap dipajang di museum mereka. Vasa dibangun pada abad ke-17 dan Mary Rose pada abad ke-16.

Sementara kapal-kapal kuno ini berlayar di atas air, leluhur Swedia dan Inggris yang membangun kapal Vasa dan Mary Rose masih hidup dalam bentuk nomaden sebagai orang-orang Norse dan Jerman Kuno, kadang-kadang diserang dan dijajah oleh bangsa Romawi.

Itulah sebabnya penting bagi semua otoritas dalam sejarah dan pelestarian situs bersejarah negara kita untuk bekerja sama untuk melestarikan dan menjadikannya viral di kalangan masyarakat.

Bagaimana mungkin kapal-kapal itu ada di sana?

Industri pengolahan besi. Kedah dulunya dikenal sebagai pusat pasokan besi olahan untuk diekspor ke seluruh dunia.

Pada tahun 1154 M, seorang ahli geografi Arab bernama Idrisi mencatat dalam bukunya Al-Rujjar:

“Orang-orang Zabag (Srivijaya atau Kedah Tua) telah pergi ke Tanah Sofala (kini dikenal pasti berdekatan Beira, Mozambique) dan mengeksport besi.

Dari sana mereka membekalkannya ke seluruh TANAH INDIA. Tiada besi yang mampu menandingi besi-besi mereka dari segi mutu dan ketajaman.”

Perhatikan. Kedah Tua/Srivijaya mula-mula membina pusat pengumpulan komodoti eksport besi di Afrika. Dari sini mereka membekalkannya ke India dan tidak mustahil di dunia Arab sekali.

Kita tahu Idrisi tidak berbohong sebab berdekatan Mozambique adalah Madagaskar dan bangsa Merina yang nenek moyang mereka adalah dari Zabag ini. Merina bertutur dalam kelompok bahasa-bahasa Austronesia berbanding bangsa-bangsa di sekeliling mereka yang terkelompok dalam bahasa-bahasa Afrika.

Kapal Berusia 2000 Tahun Ditemukan di Kedah, Hebatnya Bangsa Melayu Backpacker Indonesia

Jadi perhatikan petunjuk ini, yang dicatat oleh Abu Dulaf pada tahun 940 Masehi:

“Apabila saya sampai di Kalah, saya dapati tempatnya amat indah dengan tembok-tembok kota, taman-taman bunga dan aliran mata-mata air dari bumi.

Saya lihat lombong bijih timah yang tidak ada tolok bandingnya dalam dunia ini. Di dalam kota ada tukang-tukang membuat pedang “qala’I” iaitu pedang Hindi yang tulen…”

Perhatikan. Petunjuk ini ada kaitan dengan catatan Idrisi. Jika yang demikian, di mana bukti bangsa Melayu telah membina perindustrian pembuatan besi?

Jawapannya terletak pada tapak-tapak peleburan besi di Lembah Bujang. Bukti sudah ada namun tiada tindakan proaktif yang secukupnya membuatkan sejarah dan tamadun kita bagaikan dongeng dan mitos alam kayangan.

Bayangkan Idrisi dari Arab dan Abu Dulaf dari Bukhara mencatatkan petunjuk yang relevan antara satu sama lain.

Dengan penemuan relau-relau memproses besi di Jeneri, Kedah dan penemuan tinggalan kapal purba di sekitar tapak arkeologi Sungai Batu maka makin lengkaplah bukti dan kebenaran catatan dari Abu Dulaf dan Idrisi.

Orang-orang Melayu Kedah ada asas untuk belajar sejarah nenek-moyang mereka dan memiliki tanggungjawab menjaga hak mereka di Lembah Bujang. Mereka mesti ‘mempatenkan’ sejarah industri pemprosesan besi milik nenek moyang mereka.

Terbukti orang-orang Kedah Tua telah membangunkan industri besi di tempat mereka dan mengeksport besi ke India pulak tu. Mereka juga membina gudang dan menyimpan stok di Mozambique, Afrika sana nun.

Justeru ,sepenuh-penuh pengharapan kepada pihak-pihak yang mempunyai autoriti dalam bidang pemuliharaan sejarah supaya bersatu untuk memantau perkara ini.

Sumber : https://www.thevocket.com/penemuan-kapal-berusia-2000-tahun-di-kedah-bukti-kerancakan-industri-besi-melayu-purba/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *