foto-di-hongkong
Asia

Nekat, Melarikan diri ke Hongkong dan Macau

Cerita Perjalan selama di Hongkong dan Macau

Awalnya dag dig dug pas nyusun rencana perjalanan karena baca berita demo di Hongkong yg ga berujung kelar. Sempat ada rencana untuk reschedule karena sampai H-1 situasi belum juga kondusif. Namun pas dihitung sana sini, pengelurannya akan lebih besar dari yg sekarang. Atasan di kantor juga seperti ga rela “melepaskan sementara” anak buahnya yg satu ini karena kantor sangat menjunjung tinggi SAFETY bahkan sampai dikeluarkan Travel Warning to Hong Kong. But show must go on and I believe it to God~

Perjalanan dari Jakarta

Tanggal 16 malam berangkat dari Jakarta dan transit di Singapore selama 21 jam. Sengaja pilih transit yg agak lama sekalian buat melipir kemana mana. Awalnya mau ke Jewel Changi juga sekalian tapi dipikir-pikir, nanti aja pulangnya pas transit 3 jam. Absolutely, that was a wrong decision karena ternyata untuk ke Jewel harus transit di atas 5 jam alhasil tidak sempat mengunjunginya.

Advertisements

Transit di Singapura

Selama di Singapore kami mengunjungi Merlion Park, Bugis Street, dan National Museum of Singapore (NMS). Untuk tiket NMS, kami sudah beli di Klook. Namun ternyata kami salah masuk museum, malah ke National Gallery Singapore. Petugasnya pun sempat putus asa karena mengecek nomer tiket yg selalu unknown dan kami pun baru sadar sepertinya yang kami ingin kunjungi memang sebenarnya museum gallery. Ya sudah kami pun menikmatinya saja. Ini sepertinya efek pesan tiket malam-malam setelah lembur kerja.

Tiba di Hong Kong

Tanggal 17 malam kami melanjutkan penerbangan ke HK dan pilih penginapan di sekitar Lantau Island, tepatnya Pa Mei Village karena ittin kami pertama kali adalah Ngong Ping dan Tian Tian Buddha. Untuk mencapai Pa Mei Village ini, lebih gampang naik Taxi dan pastikan warna Biru ya karena ternyata ada 3 warna taxi sesuai dengan daerah masing-masing, yaitu Biru (Lantau Island), Merah (Tengah Kota HK), dan Hijau (New Territories – agak bingung juga ini daerah mana aja). Setelah menjajaki daerahnya, kami kurang recommend untuk transportasi dan lingkungannya. Beruntung kami hanya menginap sehari.

Setelah kami cukup puas menjelajahi Lantau Island, kami check out dan melanjutkan perjalanan ke penginapan kami selanjutnya di Mong Kok. Overall fasilitas penginapannya bisa dikatakan lebih dari cukup untuk menunjang kami berempat selama di HK. Tgl 18 itu sebenarnya ada jadwal demo menurut info dari KJRI Hong Kong dan teman kantor regional. Dan ketika kami sampai sekitar jam 19.00, memang agak sepi juga tidak banyak toko yg buka. Saat kami menyetel TV pun, memang benar demo masih berlanjut di daerah Central dan sekitarnya. Kami pun akhirnya memutuskan just relaxing.

Tgl 19 kami mulai explore HK ke Avenue of Comic Stars, Avenue of Star, The Clock Tower, Masjid Ammar and Osman Ramju Sadick Islamic Center, dan Ladies Market. Kami memang tidak sempat mengunjungi tempat-tempat yang justru famous banget karena waktu kami habis untuk nyasar dan cari makanan halal. Urusan perut memang tidak bisa dihindarkan. Apalagi kami juga bawa orang tua jadi agak pilah pilih makanan. Perlu diingat untuk ke Masjid Ammar itu jangan pakai celana panjang yg fit body ya. Saya sempat baca ada larangannya walaupun saya sendiri memakainya, tapi alhamdulillah diperbolehkan hanya saja semua mata pasti tertuju padamu. Untuk makanan di kantin masjid tersebut, saya hanya dapat kasih bintang 5 untuk dim sum dan sejenisnya, sedangkan untuk nasi yah begitulah.

Perjalanan ke Macau

Tanggal 20 kami mengunjungi Macau menggunakan Turbo Jet (berangkat) dan Cotai Jet (pulang). So far so good, kami acungi jempol terkait view di Macau. Kami lebih banyak berfoto di sini dan agaknya memang 🇲🇴 lebih maju dibanding 🇭🇰 ya (just my opinion). Untuk cuacanya sangat panas dan penuh sekali turis, padahal bukan weekend ya. Tidak lupa kami mencoba egg tart yg terkenal paling enak serta beli oleh-oleh makanan untuk orang-orang di Jakarta.

kue-macau

Kembali ke Jakarta

Tgl 21 siang tiba saatnya pulang, yeay
Kami memilih taxi sebagai transportasi ke Bandara mengingat bawaan kami cukup banyak dan berat.
Sesampai di bandara, kami masih punya cukup waktu untuk berkeliling dan mengurus pengembalian alat wifi serta kartu Octopus. Namun kami lupa waktu hingga kami dapat Final Call. Beruntung petugas SQ jemput bola mencari kami dan memang tinggal kami berempat . We Love SQ.
Saat transit di Singapore sekitar jam 18.00, dapat notif dari FB Hong Kong Free Press kalo demo mulai terjadi lagi di sana. Itulah skenario Tuhan. Apapun yg Tuhan kehendaki, maka terjadilah dan kita sebagai manusia hanya bisa berencana, berusaha, dan berdoa. Well, itu cerita perjalanan kami. Mana cerita perjalananmu?

Discover Hongkong :http://www.discoverhongkong.com/id/index.jsp

Cerita Manis : Anjar Ningtias

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *