jeju
Asia

Tips Budget Terjangkau ke Pulau Jeju Korea

Permisi para sesepuh, suhu-suhu, dan rekan-rekan BI dimanapun berada. Izinkan nubie ini untuk berbagi secarik pengalaman backpacking ke negeri ginseng bersama teman-teman kantor beberapa hari yang lalu. Sebetulnya udah join grup ini cukup lama, ke Korsel pun sebelumnya sudah pernah 2 kali di tahun 2017, pengalaman traveling yang lain pun sudah, well… punya beberapa pengalaman dari timur ke barat lah dalam beberapa tahun terakhir, tapi tetap masih kalah jauh dengan suhu-suhu dan sesepuh BI lainnya lah kalo dibandingin mah selain itu juga kebetulan saya gak pandai memilih diksi dan bermajas ria, jadi baru kali ini berani posting my travel experience disini ehehe.

Overview

Pulau Jeju (Jeju-do) adalah sebuah pulau di Korea Selatan yang bisa diakses oleh WNI tanpa harus memperoleh visa dari kedutaan Korea Selatan. Jeju-do terdiri dari 2 kota utama, yaitu Jeju-si dan Seogwipo-si. Pulau Jeju dikenal dengan julukan “The Hawaii of Korea”, dimana kondisi geografisnya membuat pulau ini menjadi destinasi menarik untuk wisata alam. Selain itu, di Pulau Jeju juga terdapat banyak tempat-tempat wisata budaya yang tidak kalah menarik. Singkatnya, Jeju merupakan perpaduan menarik dimana kita bisa merasakan suasana urban metropole, wisata alam, dan cagar budaya dalam satu pulau yang sama.

Advertisements

Accomodation

Saya pesen Airbnb di Jeju-si dengan harga sekitar 1jt rupiah untuk 5 malam (+- 200k/night). Nama tempatnya STAY 290 Residence. Jaraknya hanya 1,5km dari Bandara. Fasilitasnya AC, Kulkas, Dapur, Kamar Mandi fasilitas lengkap, dan yang lebih pentingnya…. ada Mesin Cuci nya!!! Ini penting buat saya karena saya cuma pake ransel daypack kapasitas 20 Liter, jadi dengan adanya mesin cuci ini sangat menghemat waktu dan tempat. Very Recommended.Untuk makan, berhubung saya muslim jadi pilihan makanan agak terbatas. Sebetulnya ada 1 restoran halal yang kami dapati, namanya Bagdad Cafe, tapi kebetulan jaraknya agak jauh dari penginapan jadi kesana hanya 1 kali. Sisanya kami mengandalkan nasi + canned tuna yang bisa dibeli di 7-Eleven, GS25, CU, atau convenienve store lainnya yang tersebar di Jeju. Sesekali makan keluar dengan pilihan menu ikan bakar, biar gak terkesan kayak mahasiswa akhir bulan yang makannya makanan instan terus.

Transportation

Hampir semua tempat di Jeju bisa dicapai dengan Bus. Untuk bus dalam kota tarifnya KRW 1150 (tarif flat jauh-dekat), sementara untuk Express Bus beragam antara KRW 2000 – 6000 (tergantung rute). Rute bus dalam kota maupun intercity nya sudah memadai, jadi rekan-rekan gak perlu khawatir tersesat di Pulau Jeju karena hampir semua rute bus itu menuju ke Jeju Intercity Bus Terminal dan/atau ke Jeju International Airport.

Itinerary

Day 1: Berangkat dari CGK-KUL tanggal 16 malam, kemudian disambung penerbangan KUL-CJU tanggal 17 pagi jam 06.50 waktu Malaysia. Tiba di Jeju pukul 14.00 waktu Korsel, di bandara Jeju alhamdulillah CIQ Clearance lancar tanpa kendala (paling cuma ditanya “how long will you be staying in Jeju-do” sama diminta bukti penginapan nya). Selesai clearance langsung menuju ke GS25 yang ada di terminal kedatangan buat beli T-Money Card. Kartu ini berfungsi sebagai metode pembayaran moda transportasi Bus dan beberapa taksi yang ada di Jeju. Setelah itu kami menuju ke penginapan. Setelah check in, bersih-bersih, dan istirahat sebentar, langsung lanjut jalan-jalan ke kawasan Tapdong dan Jungang Underground Mall. Saya beli oleh-oleh di Jungang Underground Mall karena di tempat itu harganya ibarat harga pasar tanah abang, dimana jauh lebih murah dibanding harga di tempat lain sengaja saya nyari oleh-oleh di hari pertama supaya bisa menata barang bawaan untuk pulang dan di hari-hari berikutnya gak harus mikirin nyari oleh-oleh lagi.

Berangkat dari CGK-KUL tanggal 16 malam, kemudian disambung penerbangan KUL-CJU tanggal 17 pagi jam 06.50 waktu Malaysia. Tiba di Jeju pukul 14.00 waktu Korsel, di bandara Jeju alhamdulillah CIQ Clearance lancar tanpa kendala (paling cuma ditanya “how long will you be staying in Jeju-do” sama diminta bukti penginapan nya). Selesai clearance langsung menuju ke GS25 yang ada di terminal kedatangan buat beli T-Money Card. Kartu ini berfungsi sebagai metode pembayaran moda transportasi Bus dan beberapa taksi yang ada di Jeju. Setelah itu kami menuju ke penginapan. Setelah check in, bersih-bersih, dan istirahat sebentar, langsung lanjut jalan-jalan ke kawasan Tapdong dan Jungang Underground Mall. Saya beli oleh-oleh di Jungang Underground Mall karena di tempat itu harganya ibarat harga pasar tanah abang, dimana jauh lebih murah dibanding harga di tempat lain sengaja saya nyari oleh-oleh di hari pertama supaya bisa menata barang bawaan untuk pulang dan di hari-hari berikutnya gak harus mikirin nyari oleh-oleh lagi.

Day 2: Di hari kedua kami jalan-jalan ke Jungmun Tourist Complex dan ke kota Seogwipo. Di Jungmun terdapat beberapa destinasi wisata yang bisa kunjungi, seperti Cheonjeyeon Waterfalls, Chocolate Land, Yeomiji Botanical Garden, Ripley’s Believe it or Not Museum, PLAY KPOP Museum, dan Teddy Bear Museum. Kami Cuma mengunjungi Cheonjeyeon Falls sama Teddy Bear Museum. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan ke Seogwipo-si. Di Seogwipo jalan-jalan ke Arang Joeul Food Street, jalan-jalan di sekitar World Cup Stadium, dan jalan kaki menelusuri pusat kota Seogwipo

Day 3: Mendaki gunung tertinggi di Korea Selatan! Pada hari ketiga kami memutuskan untuk mendaki Hallasan (Mount Halla), gunung tertinggi di Korea Selatan dengan ketinggian 1.950 mdpl. Kalau mau mendaki Hallasan usahakan start sepagi mungkin, karena kalau jam 13.00 belum sampai ke shelter kedua (Jindallaebat Shelter), maka kita harus balik kanan dan tidak boleh melanjutkan pendakian ke puncak. Trailnya gampang-gampang susah, saya gak punya pengalaman nanjak gunung, jadi buat saya terus terang agak berat wkwk. Di atas sana gak ada water station, jadi silahkan bawa air secukupnya. 4 jam naik, 4 jam turun, 1 jam foto-foto dan ngaso di puncak, total waktu yang dihabiskan buat daki Hallasan adalah +- 9 jam bolak balik.

Day 4: Jalan jalan ke Shin-Jeju, putar2 di Lotte, E-Mart, dan ke tempat-tempat di pusat kota lainnya . Kota Jeju terpusat ke dalam 2 area metropolitan, Shin-Jeju (Jeju Baru) dan Gu-Jeju (Jeju Lama). Setelah itu kami melanjutkan perjalanan mengejar sunset di Gwakji Gwamul Beach, sebuah pantai pasir putih dengan pemandangan sunset yang absolutely stunning.

Day 5: Mengunjungi Jeju Folk Village. Buat yang dulu sering nonton Jang Geum di Indosiar, Jeju Folk Village ini merupakan tempat syuting Jewel In The Palace (Dae Jang Geum). Suasana nostalgic nya kerasa banget Sorenya melanjutkan perjalanan ke Handam-dong ngopi2 cantik di Bonmal Cafe dan Monsant (Cafe nya G Dragon).

Day 6: Hari terakhir di Jeju, sebelum pulang berangkat ke Iho Tewoo Beach. Jam 3 langsung bergegas ke bandara. Flight CJU-KUL jam 6 sore. Tiba di KLIA2 pukul 23.00. Balik ke Jakarta flight hari berikutnya. Sialnya saya kena system disruption yang mengguncang KLIA seharian kemarin.

Total Cost

Tiket KUL-CJU PP (AA): MYR 710 (+- IDR 2.400.000) Tiket CGK-KUL (AA): IDR 680.000 Tiket KUL-CGK (KLM): IDR 530.000 hoki ini dapet tiket promo Penginapan: IDR 1.067.000Biaya Hidup, Transporasi, Oleh-oleh, Entrance Fee Obyek Wisata: KRW 175.000 (+- IDR 2.160.000)Total: IDR 6.837.000Sekian Cerita yang amat panjang dari saya, mohon maaf kalau kepanjangan.

Baca Juga : Jeju

Pesan Tiket Melalui AIR ASIA

Cerita Bahagia : Abu Hanifah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *